KPK Sita Rumah dan Apartemen, Eks Bupati Buru Selatan Togap Sudarsono Soulisa Tidur di Rutan

KPK Sita Rumah dan Apartemen, Eks Bupati Buru Selatan Togap Sudarsono Soulisa Tidur di Rutan

TANDA-BACA.CO.ID – KPK sita Rumah dan Apartemen Eks Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa, gegara pemiliknya terlibat dugaan kasus suap Rp10 miliar proyek insfrastruktur.

Selain menetapkan Tagop Sudarsono Soulisa sebagai tersangka, KPK juga dua tersangka dari pihak swasta, yakni Johny Rynhard Kasman dan Ivana Kwelju.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan Tahun Anggaran 2011-2016 silam.

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar mengatakan, bahwa dari tangan tersangka Tagop, disita beberapa barang bukti yang didapati dari dugaan kasus suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

“Barang bukti yang disita yang saya ketahui adalah rumah dan apartemen. Namun, kami juga akan mendalami kembali,” kata Lili dalam jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Rabu (26/1/2022).

KPK, ujar Lili pada Rabu, (19/1/2022) lalu melaporkan, telah mengusut dugaan suap proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun anggaran 2011-2016.

Selain itu KPK juga sudah menggeledah beberapa lokasi di Kabupaten Buru Selatan dan mengamankan berbagai bukti.

“Beberapa bukti yang diamankan lainnya adalah dokumen proyek-proyek pekerjaan, dokumen aliran sejumlah dana, dan barang elektronik,” papar dia.

“Setelah pengumpulan berbagai informasi disertai bahan keterangan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka,” sambung Lili.

Untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap dua tersangka untuk 20 hari pertama terhitung sejak 26 Januari 2022 – 14 Februari 2022.

“Tersangka Tagop akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur, sementara tersanga Johny akan ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat,” bebernya.

Namun, dalam pengumuman status tersangka ini, satu orang tersangka atas nama Ivana Kwelju masih belum ditahan akibat mangkir dari pemanggilan.

“KPK mengimbau tersangka Ivana untuk bersikap kooperatif dan hadir memenuhi panggilan tim penyidik yang akan segera disampaikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, jelas dia, tersangka Tagop dan Johny yang dalam kasus ini berperan sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 dan/atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Sedangkan sebagai pemberi, yakni tersangka Ivana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ucap dia.

Dalam kasus ini, Tagop diduga menerima Rp. 10 miliar terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016.

Namun, dalam memperoleh uang tersebut, Tagop diduga tidak pernah menerima uang secara langsung melainkan menggunakan orang kepercayaannya yaitu Johny.

“Dari uang-uang yang ditampung di rekening Johny, kemudian uang tersebut ditransfer ke rekening bank milik Tagop,” tandas Lili.***

Uncategorized