Ekonomi Jabar Tumbuh Positif, Ekspor Mencapai 14 Persen

Ekonomi Jabar Tumbuh Positif, Ekspor Mencapai 14 Persen

TANDA-BACA.CO.ID, BANDUNG
Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, Yunandar Eka Perwira mengatakan pada triwulan kedua di Bulan April 2021 sampai dengan bulan Juni 2021 ekonomi Jawa Barat tumbuh positif.

“Tumbuh positif pada angka 6,3 persen, itu harus dijadikan modal Pemprov Jabar untuk menaikan kembali roda perekonomiannya,” katanya usai rapat Pembahasan Evaluasi Kegiatan TA 2021 dan Rencana Program TA 2022 di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu 8 September 2021.

Yunandar menjelaskan, tumbuh positifnya ekonomi Jawa Barat ini harus dijadikan modal, agar roda ekonomi bisa berputar lebih baik.

“Tidak kembali mengalami kontraksi akibat dampak dari pandemi,” jelasnya.

Dijelaskan Yunandar, pertumbuhan ekspor Jabar pada triwulan kedua ini mencapai 14 persen. Ini juga momentum untuk meningkatkan ekspor dari para pelaku usaha di Jabar.

Tidak menutup kemungkinan, tambah Yunandar, Jabar nantinya bisa buka pasar baru misalnya ke Tiongkok dan Korea Selatan yang selama ini bukan menjadi tujuan ekspor utama Jawa Barat.

“Ini yang harus didukung, tetapi juga kebijakan dari pemerintah secara umum itu harus mendukung untuk mendorong ekspor ini ke negara-negara yang belum kita jadikan tujuan ekspor utama,” katanya.

Yunandar juga mendorong agar pelaku usaha dan UMKM bisa menjadi pengusaha yang mandiri dan bisa meningkatkan usahanya, karena dia melihat minimnya pengelolaan aset serta kurangnya fasilitas dan dukungan dari pemerintah provinsi.

“Jadi harus ada fasilitasi dan dukungan pendanaan yang lebih termasuk juga pengelolaan aset yang saat ini masih sangat minim sekali, se-jawa barat pendapatan dari penjualan aset itu hanya sekitar 20 miliar saja,” ungkapnya.

“Kalau kita bisa dioptimalkan melalui yang lebih tinggi, yang paling punya kewenangan untuk berbisnis, ini harusnya yang terjadi, bukan pencoretan atau presensi anggaran. harus ada peningkatan anggaran untuk UPTD UPTD yang berkaitan langsung dengan para pelaku usaha industri maupun juga dengan Dinas Peternakan,” tutupnya. [TB/R]

Parlemen