Demo di Simpang Dago-Sulanjana, Masa Aksi Tolak PPKM Darurat Dibubarkan Water Cannon

Demo di Simpang Dago-Sulanjana, Masa Aksi Tolak PPKM Darurat Dibubarkan Water Cannon

TANDA-BACA.CO.ID, BANDUNG
Demo di Simpang Dago-Sulanjana, Masa Aksi Tolak PPKM Darurat Dibubarkan Water Cannon, karena tidak mengindahkan imbauan polisi yang meminta mereka untuk pulang kerumah, Rabu (21/7/2021).

Tindakan paksa dilakukan petugas karena sebelum demo di simpang Dago-Sulanjana, massa aksi tolak ppkm darurat, sudah lebih dahulu melakukan aksi serupa di depan Kantor Walikota Bandung Jl Wastukencana No.2, Kota Bandung.

“Adek-adek diharapkan untuk membubarkan diri, karena telah melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun,” ucap petugas melalui alat pengeras suara, Rabu sekitar 14.40 WIB.

Karena massa tidak mengindahkan himbauan tersebut, petugas penanggulangan huru hara dengan dibackup water cannon, menguris massa. Akibatnya demonstran berlarian ke arah Jalan Sulanjana

Sebelum dibubarkan petugas, ratusan massa aksi yang merupakan gabungan dari berbagai elemen masyarakat itu meneriakkan tuntutannya di tengah persimpangan jalan tersebut.

“Kami pedagang tidak bisa mencari nafkah karena PPKM Darurat ini. Kami pedagang meminta kepada pemerintah untuk menghentikan PPKM ini,” ujar salah seorang orator.

Sejumlah peserta aksi terlihat mengenakan jaket pengendara ojek online. Tak hanya peserta aksi yang berusia dewasa, terlihat juga peserta berusia anak yang ikut dalam aksi tersebut.

Sebelum bergerak di perempatan jalan Dago – Sulanjana, massa aksi sudah lebih dahulu, demo di Balai Kota Bandung. Tuntutannya tetap sama yaitu, minta PPKM Darurat segera diakhiri.

Massa aksi yang demo di Jl Wastu Kencana ini terdiri dari mahasiswa, pelajar, ojek online, dan pedagang kaki lima.

Massa aksi demo karena menilai pemberlakuan PPKM yang dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dianggap tidak berdampak terhadap pengendalian Covid-19 dan malah menyengsarakan masyarakat.

Massa aksi mulai mendatangi Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka tampak membawa spanduk dan poster berisi protes PPKM darurat. ‘Bandung sekarat, Wali Kota ngapain? PPKM membuat rakyat melarat’ bunyi pesan dari spanduk yang dibentangkan massa aksi.

Peserta aksi juga tampak membentangkan poster berisi tulisan ‘PPKM (Pelan-pelan Kita Mati)’.

Tak sampai di situ, massa aksi menggelar orasi memprotes penerapan PPKM. Mereka lantas bergemuruh meneriakkan ‘Tolak, tolak, tolak PPKM. Tolak PPKM sekarang juga’.

Para demonstran mengungkapkan PPKM telah merampas hak hidup masyarakat tidak hanya di Ibu Kota tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bandung. Kebijakan PPKM dianggap mematikan perekonomian di daerah.

Dodo (29), salah seorang pedagang di pusat perbelanjaan elektronik mengatakan PPKM telah menyengsarakan dirinya karena tidak bisa berjualan selama lebih dari dua pekan.

“Kami sangat dirugikan sebagai pedagang khususnya pedagang BEC. Kontrakan tetap harus dibayar, tidak ada keringanan, apakah ini solusinya? Ada aturan harusnya ada solusi istri,” katanya.

Menurut Dodo, langkah pemerintah dan pihak kepolisian menutup jalan telah memutus perekonomian. Akibatnya, istri dan anaknya menderita kelaparan.

“Istri dan anak kami harus makan sementara bapak digaji enak. Penutupan jalan tidak efektif bagi kami,” ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan Oha (24), ojek online. Lantaran, PPKM Darurat telah membuat pendapatannya berkurang lantaran biaya bahan bakar naik daripada biasanya

“Jalan ditutup kita tambah susah. Habis bensin banyak, kalau biasa Rp20 ribu, sekarang harus keluarin Rp35 ribu,” tuturnya.

Oha berharap pemerintah membuka akses jalan agar pendapatannya kembali naik.

“Saat PPKM sehari dapat Rp32 ribu, padahal biasa bisa sampai Rp100 ribu lebih,” ucapnya. (Aris)

Peristiwa