1,2 Ton Sabu Timur Tengah Senilai Rp1,4 Triliun Dibakar, Harapan Kapolda Jabar Ini

1,2 Ton Sabu Timur Tengah Senilai Rp1,4 Triliun Dibakar, Harapan Kapolda Jabar Ini

TANDA-BACA.CO.ID – Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana berharap para pelaku penyelundupan 1,2 ton sabu yang kasusnya, masih dalam proses penyidikan dihukum mati. Hukuman maksimal sebagai upaya perlindungan terhadap generasi muda.

Tersangka penyelundup narkoba jenis sabu ini ada lima orang, mereka adalah M, DH, HH, AH, dan seorang perempuan berinisial NS.

Narkoba 1,2 ton jenis sabu yang harga jualnya mencapai Rp1,43 triliun ini adalah milik sindikat asal Timur Tengah.

Harapan tersebut disampaikan Kapolda Jabar kepada Kepala Kejati Jabar dan Kepala Pengadilan Tinggi Bandung saat memimpin acara pemusnahan 1,2 ton sabu di lapangan Mapolda Jabar Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 19 Mei 2022.

“Di sini ada Kepala Pengadilan Tinggi Bandung, Kepala Kejati Jabar. Saya mohon, para pelaku penyelundupan ini dihukum mati. Hukuman maksimal ini sebagai upaya kita melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba,” katanya.

Irjen Pol Suntana meminta media massa juga mengawal proses hukum kasus ini, mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga vonis.

“Ini wilayah Jabar, terutama pansela (pantai selatan), seperti Pangandaran, Garut, Cianjur, dan Sukabumi, rawan penyelundupan narkoba. Sindikat narkoba internasional memasukkan barang haram itu melalui laut. Ini jangan dibiarkan. Tugas kita bersama untuk memeranginya demi melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba,” katanya.

Irjen Pol Suntana juga berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan mengerahkan tokoh-tokoh agama dalam membentengi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.

“Anggota sindikat narkoba internasional ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat lokal. Dengan iming-iming uang banyak akhirnya mereka, baik langsung maupun tidak, terlibat dalam penyelundupan narkoba. Nah di sini peran ulama dan tokoh agama dalam membentengi masyarakat agar mereka tidak dimanfaatkan oleh sindikat,” terangnya.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar Kombes Pol Johannes R Manalu mengatakan, 1,2 ton sabu yang berhasil diamankan ini merupakan milik sindikat narkoba Timur Tengah.

Barang haram tersebut hendak dipasok ke Indonesia melalui laut.
Tetapi berkat kesigapan personel Ditresnarkoba Polda Jabar, upaya penyelundupan berhasil digagalkan di Pantai Mandasari, Kabupaten Pangandaran pada Maret 2022 lalu.

“Dengan penggagalan penyelundupan 1,2 ton sabu bernilai Rp1,43 triliun ini, sebanyak 6 juta warga Indonesia berhasil diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, terkait penyidikan kasus penyelundupan, sampai saat ini belum ada tersangka baru. Lima tersangka yang berhasil ditangkap antara lain, M, DH, HH, AH, dan seorang perempuan berinisial NS.

“Sampai sekarang belum ada penambahan tersangka. Tapi anggota (Ditresnarkoba Polda Jabar) melakukan pendalaman dan pengembangan kasus. Namun, sampai saat ini tersangkanya masih lima,” katanya.

Kombes Pol Ibrahim Tompo juga menjelaskan, penyidik, tidak melakukan penekanan terkait hukuman karena hukumannya sudah termaktub dalam unsur pasal UU Narkotika.

“Tanggung jawab penyidik hanya melengkapi berkas perkara dan menyerahkan kepada JPU (jaksa penuntut umum). Nanti hal-hal yang memberatkan dan meringankan ada di pengadilan,” ujarnya.

Ibrahim Tompo juga menjelaskan pemusnahan sabu 1,2 ton sabu dilakukan di dua tempat, yakni di Mapolda Jabar dan Kantor Biofarma Bandung. Karena incinerator yang ada di Mapolda Jabar hanya mampu memusnahkan 10 kilogram saja.

“Dilaksanakan di dua tempat, karena memang alat pemusnahan yang portable ini tidak cukup untuk memusnahkan sebanyak ini, sehingga dilakukan kerja sama dengan pihak lain,” ucap Ibrahim.

Peran kelima tersangka, M (30), warga negara asing asal Afganistan yang berdomisili di Pangandaran. Tugasnya sebagai penghubungan antara sindikat narkoba internasional dengan lokal.

Kemudian, tersangka DH (41), warga Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, berperan sebagai pengendali pergerakan narkoba.

Kemudian, tersangka HH (39), warga Dusun Kalensari, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, berperan sebagai sopir pengantar sabu.

Tersangka AH (38), warga Dusun Kalensari, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Pangandara, sopir pengantar sabu.

Sedangkan tersangka NS (27), perempuan, warga Kampung Golempang, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, berperan membantu menyalurkan sabu dari perahu ke mobil. (Aris)
Foto
Penampakan 1,2 Ton Sabu yang berhasil disita Polda Jabar dari Pantai Madasari Desa Masawah, Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. ***

Nasional